Blog Post Pertama di 2026 : Kembali Mencoba untuk Journaling.

Pertama-tama, kenalan dulu ya. Namaku Menak Puji. 
Kalau mau ngobrol, mari ke Threads

Kedua, tiba-tiba beberapa hari ini kepikiran lagi untuk mencoba Journaling setelah tahun kemarin gagal terlaksana. Dan tahun sebelumnya. Pokoknya gagal mulu setiap ada niat mau buat blog lagi. Padahal sudah buat akun di Blogger pun masih gagal juga. Alasannya? Entahlah ya... Mungkin pusing, capek, males, ada banyak alasan membuat aku merasa journaling itu bukan lagi sesuatu yang perlu dilakukan. 

Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu diawali dengan sebuah pertanyaan umum, "Tahun ini mau ngapain aja? ", plus beberapa kali lihat akun-akun stranger di Threads pada cakep-cakep banget posting-posting hasil journal mereka, lah kok jadi kepingin juga yaaa? Rasanya kok gemes aja gitu, pengin ikutan juga. Tapi males memulai. Ya, males. Males nulis tangan 🤣

Sekedar update di tahun 2026 ini, sejak awal tahun segala sesuatunya terkesan heboh dan meriah. Dimulai dari Gathering sekeluarga besar dari pihak Ibu yang baru pertama kali di rumah kami terjadi di pergantian tahun baru, Setelahnya hari-hari selalu sibuk dengan anggota-anggota baru di rumah; anak-anak ayam baru menetas yang setiap maghrib di "karantina" Di dalam rumah, Dan anakku yang sudah mulai mempelajari banyak kosa-kata baru setiap kali diajak berbicara. Di bulan April, bocah ini akan genap berumur 4 tahun. Semoga Tahun ini akan menjadi tahunnya untuk bisa berbicara dengan lebih lancar. 

Ngomong-ngomong soal anak, sekalian bahas saja, ada 1 resolusi yang harus kucapai paling tidak dalam 1-2 tahun ini, yaitu membeli sepeda listrik. Berhubung dalam kurun waktu segitu anakku kemungkinan akan masuk sekolah (aku bilang "kemungkinan" Karena masih belum pasti kapan waktunya), aku harus bersiap diri untuk urusan antar jemputnya. Kan nggak mungkin juga pagi-pagi harus merepotkan orang lain untuk mengantar dan menjemput anak sekolah bertahun-tahun, sementara itu adalah tanggung jawabku sebagai orang tua. Niatanku mulai sekarang harus paling tidak menyisihkan uang sekian dalam tempo 6 bulan sebelum waktunya anakku sekolah, jadi bisa punya waktu untuk belajar naik sepeda listrik. Maklum, terakhir kali belajar naik motor aja sudah 8 tahun yang lalu, apalagi sepeda. Tapi sekarang mau nggak mau harus belajar, demi anak dan diri-sendiri. Udah terlalu capek dengan nyinyiran sana-sini karena aku masih belum bisa juga menaklukkan kendaraan roda dua. Syebel. 

Segini dulu deh ya. Aku bingung mau tulis apa. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. 🫰

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wishlist Dari Kapan Tahu yang Baru terlaksana : Beli Tumblr

Tiba-Tiba Beli Rak Buku di Awal Tahun